BREAKING NEWS

Ketua DPC TKN Kabupaten Lumajang Kecam Oknum Kades Diduga Lakukan Penganiayaan terhadap Anggota Ormas.

 Lumajang, (Jawa Timur) Lintasinvestigasiindonesia.com - Noto selaku Ketua DPC TKN ( Tapal Kuda Nusantara ) Kabupaten Lumajang menyesalkan Aksi brutal seorang oknum kepala desa (kades) yang terekam video dan viral menampilkan gambar sang Kades tengah melakukan tindak kekerasan terhadap salah satu warga, memantik sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, sosok pimpinan sekelas kades yang seharusnya menunjukkan prilaku bijak terlebih dalam menghadapi situasi, ternyata hal ini tidak nampak.

Dilaporkan diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas) oleh Kades Patemon kecamatan Pakuniran ini dipicu persoalan tambang galian C di desa setempat. Peristiwa yang terjadi diareal tambang ini sontak menjadi perhatian warga setempat dan memicu reaksi dari berbagai pihak, Jumat (10/4) pagi.

Menurut Noto Kejadian bermula dari adanya kesalahpahaman antara korban dan pelaku yang berujung pada adu mulut. Situasi yang semula hanya perdebatan itu diduga memanas hingga berakhir dengan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum kades berinisial M terhadap Joyo selaku penanggungjawab keberadaan tambang.

Korban yang merupakan wakil ketua Brigade Komando ( Bripkom ) Pemuda Pemudi ormas DPP TKN ( Tapal Kuda Nusantara ) mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan tidak terima atas kejadian tersebut dan berencana menempuh jalur hukum. “Kami berharap kasus ini diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut mengaku prihatin, mengingat seorang kepala desa seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.

Hingga saat ini, pihak berwenang dikabarkan telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kronologi pasti serta menentukan langkah hukum yang akan diambil, mengingat korban meneruskan kejadian ini dengan langkah pelaporan kepihak berwajib.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama para pejabat publik, untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara bijak tanpa kekerasan. Tindakan main hakim dan tidak terkontrol daro oknum Kades ini merupakan preseden buruk dari figur tokoh pimpinan diwilayah tersebut yang tidak mengedepankan tindakan persuasif dan justru memicu kondisi tidak kondusif di desa yang dipimpinnya, ungkap Noto.

(M Adi Rafli )

Posting Komentar