BREAKING NEWS

Jalan Nasional di Sulawesi Utara Longsor, BPJN Geser Trase sebagai Upaya Darurat






 Manado, Lintasinvestigasiindonesia.com – Kepala Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, ST, M.Eng, IPM, ASEAN.Eng, Jumat (10/4/2026) menyatakan bahwa pihaknya fokus pada upaya darurat untuk menjaga fungsional jalan nasional meskipun kondisi lereng masih terus bergerak. “Kami memprioritaskan akses masyarakat tetap terbuka dengan langkah-langkah teknis yang cepat, karena jalan ini vital bagi perekonomian dan mobilitas warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan jalan nasional pascabencana harus mengedepankan keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertimbangkan karakteristik geoteknis wilayah yang rentan longsor. Lokasi longsor berada di ruas jalan Girian–Likupang KM 27, tepatnya di Desa Tinerungan.



Sebagai tindakan darurat, BPJN Sulawesi Utara memutuskan untuk menggeser trase jalan menjauhi daerah longsoran. Langkah ini diambil setelah tim teknis melakukan asesmen lapangan dan menemukan bahwa lokasi longsor masih menunjukkan ketidakstabilan struktur tanah. Penggeseran trase dilakukan dengan memanfaatkan ruas yang lebih aman di sisi lain, sehingga kendaraan tetap dapat melintas tanpa harus melewati zona longsoran aktif.


Hingga saat ini, tim teknis BPJN Sulawesi Utara masih memonitor secara harian pergerakan longsoran di lokasi tersebut. Setiap hari dilakukan pengukuran pergeseran tanah, pengamatan retakan baru, serta evaluasi curah hujan yang memicu longsor susulan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa lereng masih mengalami pergerakan aktif, sehingga status kewaspadaan tetap tinggi bagi petugas dan pengguna jalan yang melintas di trase darurat.


Karena lereng yang longsor belum stabil, penanganan permanen untuk ruas jalan ini terpaksa harus menunggu hingga kondisi geoteknis benar-benar aman. Ringgo Radetyo menjelaskan bahwa pembangunan struktur penahan tanah, dinding turap, atau perkuatan lereng permanen baru akan dilakukan setelah tidak ada lagi pergerakan signifikan. “Kami tidak ingin terburu-buru membangun permanen di atas lereng yang masih bergerak, karena itu hanya akan sia-sia dan membahayakan,” tegasnya.


BPJN Sulawesi Utara mengimbau masyarakat pengguna jalan Girian–Likupang untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Meskipun trase sementara telah tersedia, potensi longsor susulan masih ada mengingat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan ketat dan segera merealisasikan penanganan permanen begitu lereng dinyatakan stabil, demi kenyamanan dan keselamatan bersama dalam menggunakan jalan nasional yang andal. Rian boham Lintas investigasi Indonesia.com

Klarifikasi BPJN Sulut: Jalan 'Baru' PT TTN/MSM Masih Jauh dari Status Nasional


Proses pengalihan jalan lingkar sepanjang 3,1 kilometer yang dibangun PT TTN/MSM masih jauh menjadi jalan nasional. Kepala Satuan Kerja Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, ST, M.Eng, IPM, ASEAN.Eng, membuka fakta bahwa jalan itu sejatinya bukanlah infrastruktur baru yang siap menggantikan fungsi jalan nasional eksisting.



Kamis (9/4/2026) di ruang kerjanya, Ringgo menerangkan secara blak-blakan kepada media bahwa hingga saat ini BPJN belum memasuki tahap pembahasan serius terkait usulan tukar guling aset dari perusahaan. "Jadi proses yang jalan baru itu sebenarnya bukan yang ba…

 Detik Reportase: Klarifikasi BPJN Sulut: Jalan 'Baru' PT TTN/MSM Masih Jauh dari Status Nasional


 Proses pengalihan jalan lingkar sepanjang 3,1 kilometer yang dibangun PT TTN/MSM masih jauh menjadi jalan nasional. Kepala Satuan Kerja Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, ST, M.Eng, IPM, ASEAN.Eng, membuka fakta bahwa jalan itu sejatinya bukanlah infrastruktur baru yang siap menggantikan fungsi jalan nasional eksisting.


Kamis (9/4/2026) di ruang kerjanya, Ringgo menerangkan secara blak-blakan kepada media bahwa hingga saat ini BPJN belum memasuki tahap pembahasan serius terkait usulan tukar guling aset dari perusahaan. "Jadi proses yang jalan baru itu sebenarnya bukan yang ba…

[17.13, 10/4/2026] +62 821-9701-4849: Jalan Nasional di Sulawesi Utara Longsor, BPJN Geser Trase sebagai Upaya Darurat


Manado – Kepala Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, ST, M.Eng, IPM, ASEAN.Eng, Jumat (10/4/2026) menyatakan bahwa pihaknya fokus pada upaya darurat untuk menjaga fungsional jalan nasional meskipun kondisi lereng masih terus bergerak. “Kami memprioritaskan akses masyarakat tetap terbuka dengan langkah-langkah teknis yang cepat, karena jalan ini vital bagi perekonomian dan mobilitas warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan jalan nasional pascabencana harus mengedepankan keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertimbangkan karakteristik geoteknis wilayah yang rentan longsor. Lokasi longsor berada di ruas jalan Girian–Likupang KM 27, tepatnya di Desa Tinerungan.


Sebagai tindakan darurat, BPJN Sulawesi Utara memutuskan untuk menggeser trase jalan menjauhi daerah longsoran. Langkah ini diambil setelah tim teknis melakukan asesmen lapangan dan menemukan bahwa lokasi longsor masih menunjukkan ketidakstabilan struktur tanah. Penggeseran trase dilakukan dengan memanfaatkan ruas yang lebih aman di sisi lain, sehingga kendaraan tetap dapat melintas tanpa harus melewati zona longsoran aktif.


Hingga saat ini, tim teknis BPJN Sulawesi Utara masih memonitor secara harian pergerakan longsoran di lokasi tersebut. Setiap hari dilakukan pengukuran pergeseran tanah, pengamatan retakan baru, serta evaluasi curah hujan yang memicu longsor susulan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa lereng masih mengalami pergerakan aktif, sehingga status kewaspadaan tetap tinggi bagi petugas dan pengguna jalan yang melintas di trase darurat.


Karena lereng yang longsor belum stabil, penanganan permanen untuk ruas jalan ini terpaksa harus menunggu hingga kondisi geoteknis benar-benar aman. Ringgo Radetyo menjelaskan bahwa pembangunan struktur penahan tanah, dinding turap, atau perkuatan lereng permanen baru akan dilakukan setelah tidak ada lagi pergerakan signifikan. “Kami tidak ingin terburu-buru membangun permanen di atas lereng yang masih bergerak, karena itu hanya akan sia-sia dan membahayakan,” tegasnya.


BPJN Sulawesi Utara mengimbau masyarakat pengguna jalan Girian–Likupang untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Meskipun trase sementara telah tersedia, potensi longsor susulan masih ada mengingat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan ketat dan segera merealisasikan penanganan permanen begitu lereng dinyatakan stabil, demi kenyamanan dan keselamatan bersama dalam menggunakan jalan nasional yang andal. ( Lintasinvestigasiindonesia.com  / Rian Boham )

Posting Komentar