Nelayan Ditangkap BNNP Sulbar, Dugaan Jaringan Narkoba Seret Oknum Polisi di Majene
Font Terkecil
Font Terbesar
Majene-Lintaspendidikan.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat menangkap seorang nelayan berinisial HM di Kabupaten Majene setelah kedapatan membawa lima saset narkotika jenis sabu. Penangkapan ini tidak hanya mengungkap peredaran narkoba di tingkat bawah, tetapi juga membuka dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam jaringan narkotika di wilayah tersebut.
HM diamankan petugas BNNP Sulbar pada Selasa (16/12/2025). Dari hasil pemeriksaan awal, HM mengaku bahwa sabu yang dibawanya diperoleh dari seorang oknum polisi berpangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda) berinisial AK, yang bertugas di salah satu Polsek di bawah jajaran Polres Majene.
Informasi ini sebagaimana dilansir dari laman Tribun Sulbar. Dalam keterangannya kepada penyidik, HM menyebutkan bahwa oknum aparat tersebut diduga berperan sebagai pemasok utama narkotika yang kemudian diedarkan. Pengakuan tersebut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, mengingat posisi polisi sebagai institusi yang seharusnya berada di garis depan pemberantasan narkoba.
Namun demikian, BNNP Sulawesi Barat menegaskan bahwa keterangan HM masih bersifat awal dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut. Seluruh informasi yang diperoleh akan diuji melalui rangkaian penyidikan, termasuk penelusuran alur peredaran barang bukti serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.
Pihak BNNP Sulbar menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pengembangan intensif. Aparat berwenang berupaya memetakan jaringan peredaran narkoba yang diduga beroperasi di Kabupaten Majene dan wilayah sekitarnya, sekaligus menelusuri peran masing-masing pihak yang disebut dalam pemeriksaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait status hukum oknum polisi berinisial AK. Aparat penegak hukum menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan, dan setiap langkah penindakan akan dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
BNNP Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika, tanpa pengecualian. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan keterlibatan aparat penegak hukum, penanganan perkara akan dilakukan secara transparan dan profesional demi menjaga kepercayaan publik.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius, bahkan berpotensi menyusup ke dalam institusi negara. Pengembangan perkara ini diharapkan mampu mengungkap jaringan yang lebih luas serta memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Sulawesi Barat.