BREAKING NEWS

LANGKAH PROAKTIF BUPATI POLEWALI MANDAR MERESPON CEPAT PUTUSNYA JEMBATAN TAPUA


Polewali-Mandar-Lintasinvestigasi.com — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bergerak cepat merespon putusnya Jembatan Tapua di Kecamatan Luyo setelah banjir besar menghantam wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Jembatan yang menjadi akses vital bagi warga Desa Tapua dan empat dusun lain itu kini lumpuh total, memaksa warga menggunakan jalur darurat dan rakit sebagai alternatif penyeberangan.

Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dalam peninjauan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kerusakan jembatan menimbulkan dampak besar bagi kurang lebih seribu jiwa yang bergantung pada akses penghubung tersebut.

“Pembangunan Jembatan Tapua merupakan kebutuhan mendesak. Kami sudah mengusulkan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) dari BPBD Provinsi Sulawesi Barat,” jelas Bupati Samsul Mahmud di sela peninjauan.

Menurut laporan sementara, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar memiliki sisa anggaran BTT sekitar Rp 3 miliar, sementara kebutuhan pembangunan jembatan baru mencapai kurang lebih Rp 6 miliar. Kekurangan anggaran inilah yang diharapkan dapat dipenuhi melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Dampak Serius ke Akses Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Warga

Anggota DPRD Polewali Mandar dari Fraksi Golkar, Aksan Maulana, mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan tidak hanya memutus akses antarwilayah, tetapi juga menghambat mobilitas ekonomi dan pelayanan publik.

“Jembatan ini satu-satunya jalur keluar masuk warga. Dampaknya sangat besar bagi sekitar 1.000 jiwa di empat dusun,” ujar Aksan Maulana.

Warga kini harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai, kondisi yang dinilai berisiko terutama saat hujan deras dan debit air meningkat.

Pemerintah Turunkan Alat Berat dan Pasang Bronjong

Sebagai langkah darurat, Bupati Samsul Mahmud memerintahkan penurunan alat berat untuk membuka akses jalan sementara agar mobilitas warga tetap berjalan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa pemasangan bronjong untuk memperkuat tebing sungai dan mencegah kerusakan susulan.

“Ini bagian dari langkah cepat kami agar aktivitas warga tidak sepenuhnya terhenti. Keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas utama,” tegas Bupati.

Langkah-langkah tersebut diapresiasi warga setempat yang selama ini bergantung pada jembatan sebagai jalur utama menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.

Harapan Warga: Pembangunan Jembatan Baru Dipercepat

Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, warga tetap mengandalkan rakit untuk menyeberang, meski risiko keselamatan cukup tinggi. Pemerintah daerah memastikan bahwa proses pengusulan dan percepatan pembangunan jembatan akan dilakukan secara maksimal.

Bupati Samsul Mahmud menegaskan kembali komitmennya:
“Kami bekerja secepat mungkin agar jembatan baru ini bisa segera dibangun dan warga dapat kembali memiliki akses yang aman dan layak. Ini demi kesejahteraan masyarakat Polewali Mandar.”

Dengan langkah proaktif ini, pemerintah berharap aktivitas masyarakat di Desa Tapua dan sekitarnya dapat kembali normal dan risiko kecelakaan akibat akses darurat dapat diminimalisir.
Posting Komentar